Senin, 02 November 2015

02 November 2015

Peringatan Mulia  Arwah Semua Orang Beriman

_______________________________________________________
Bacaan Pertama
Rom 11:29-36

“Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan,
supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara,
Allah tak pernah menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya.
Dahulu kalian tidak taat kepada Allah,
tetapi sekarang kalian mendapatkan kemurahan
karena orang-orang Israel tidak taat.
Demikian pun sekarang mereka tidak taat,
supaya memperoleh kemurahan
berkat kemurahan yang telah kalian peroleh.
Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan,
supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.

Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah!
Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya,
tak terselami jalan-jalan-Nya!
Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?
Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?
Atau siapakah yang pernah memberikan Allah sesuatu,
sehingga Allah wajib menggantinya?
Sebab segala sesuatu berasal dari Allah.
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN
2Mak 12:43-46

“Sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh memikirkan kebangkitan.”

Pembacaan dari Kitab kedua Makabe:

Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran,
Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan.
Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem
untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa.
Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat,
karena Yudas memikirkan kebangkitan.
Sebab jika tidak menaruh harapan
bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit,
niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.
Lagipula Yudas ingat bahwa
tersedialah pahala yang amat indah
bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh.
Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh.
Dari sebab itu disuruhnyalah
mengadakan kurban penebus salah
untuk semua orang yang sudah mati itu,
supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

_______________________________________________________
Mazmur Tanggapan
Mzm 69:30-31.33-34.36-37,R:14cd

Refren: Demi kasih setia-Nya yang besar jawablah aku, ya Tuhan.

*Aku ini tertindas dan kesakitan,
keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku!
Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian,
mengagungkan Dia dengan lagu syukur;

*Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah;
biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah!
Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin,
dan tidak memandang hina
orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

*Sebab Allah akan menyelamatkan Sion
dan membangun kota-kota Yehuda,
supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya;
anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya,
dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

ATAU MAZMUR LAIN
Mzm 130:1-2.3-4.5-6a.6b-7.8,R:1

Refren: Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

*Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan!
Tuhan, dengarkanlah suaraku!
Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian
kepada suara permohonanku.

*Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan,
siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan,
maka orang-orang takwa kepada-Mu.

*Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti,
dan aku mengharapkan firman-Nya.
Jiwaku mengharapkan Tuhan
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

*Lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
berharaplah kepada Tuhan, hai Israel!
Sebab pada Tuhan ada kasih setia,
dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

*Dialah yang akan membebaskan Israel
dari segala kesalahannya.

_______________________________________________________
Bait Pengantar Injil
Yoh 8:31b-32

Jika kalian tetap dalam firman-Ku, kalian benar-benar murid-Ku,
dan kalian akan mengetahui kebenaran.

ATAU

Yoh 6:40
Inilah kehendak Bapa-Ku,
yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku,
jangan ada yang hilang,
tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

_______________________________________________________
Bacaan Injil
Luk 14:12-14

“Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu,
melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan,
“Bila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam,
janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu,
kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya,
karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula,
dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
Tetapi bila engkau mengadakan perjamuan,
undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta.
Maka engkau akan berbahagia,
karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau.
Sebab engkau akan mendapat balasnya
pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN

Yoh 6:37-40
“Setiap orang yang percaya kepada Anak Allah
beroleh hidup yang kekal,
dan Tuhan akan membangkitkannya pada akhir zaman.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam rumah ibadat di Kapernaum
Yesus berkata kepada orang banyak,
“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,
dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Sebab Aku telah turun dari surga
bukan untuk melakukan kehendak-Ku,
tetapi untuk melakukan kehendak Dia
yang telah mengutus Aku.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,
yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku
jangan ada yang hilang,
tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
Sebab inilah kehendak Bapa-Ku,
yaitu supaya setiap orang,
yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal,
dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Demikianlah sabda Tuhan.

_______________________________________________________
Renungan Injil
Dalam pergulatan saya untuk bisa lebih mengenal Tuhan, tepatnya mengenal Bapa di Surga, seringkali saya mengalami kebimbangan, keragu-raguan, dan terkadang sudah sangat dekat dengan keputus-asaan.
Keangkuhan hati, “jaim”, harkat dan martabat saya sebagai suami atau pun sebagai kepala keluarga, kedudukan dan jabatan saya, serta masih banyak hambatan lain yang telah membuat pergulatan itu semakin susah.
Satu-satunya yang menolong hanyalah niat baik untuk berbuat baik, mewartakan yang menurut saya baik,  serta menjadi lebih baik di hadapan Tuhan, istri, anak-anak serta keluarga saya.

Setelah dianggap baik oleh orang-orang, bahaya lain pun menyusul.
Saya menjadi begitu mudah mempengaruhi orang lain.
Seringkali saya disambut secara berlebihan ketika berkunjung ke suatu tempat, bagaikan seorang aktor yang akan menghadiri “kelompencapir”.
Apalagi beberapa kali saya mendapat pengelihatan tentang seseorang atau tentang hal lainnya, yang kalau saya utarakan bisa membuat orang menganggap saya adalah paranormal, jangan-jangan akan dianggap nabi.
Celakanya, orang-orang tidak melihat “apa atau siapa yang saya bawa”, mereka melihat kepada diri saya.

Ini terjadi karena kenyataannya, kita semua masih sulit untuk mengetahui pikiran Tuhan, masih seringkali berpikiran hal-hal yang tidak sesuai dari apa yang ditulis di dalam Injil, dari apa yang terjadi yang tidak sesuai dengan yang kita kehendaki.
Rasul Paulus dengan tegas menulis, “Segala sesuatu berasal dari Allah.”

Karena manusia bukanlah tuhan, tentulah tak memiliki kesanggupan untuk berpikir seperti Tuhan.
Manusia tak cukup mampu untuk menyelami dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Tuhan itu.
Jangankan kita, Bunda Maria sendiri sempat bingung, mengapa ia dipilih Tuhan.
Yesus pun pernah merasa Bapa-Nya telah meninggalkan Dia.
Jika Yesus tidak mengalami “bagian-bagian kemanusiaan” ini, berarti Yesus hanya berpura-pura menjadi manusia.
Yesus benar-benar telah menjadi Anak Manusia, sehingga mengalami bagian kemanusiaan itu.

Ini membesarkan hati saya.
Bahwa saya mesti mengalami bagian-bagian kemanusiaan itu, apalagi karena memang saya murni manusia.
Saya tidak bisa menghindari kejadian-kejadian seperti yang saya sharingkan di bagian awal dari renungan ini.

Sekali pun tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya, tak terselammi jalan-jalan-Nya, ini tak cukup alasan untuk pergi menginggalkan-Nya.
Wong sama pasangan hidup sendiri, yang sudah bertahun-tahun tinggal dan hidup bersama sebagai suami-istri saja, masih banyak hal yang tak terselidiki atau terselami.
Kita pun sering dibuat bingung oleh ulah anak yang kita lahirkan dan kita besarkan, tak bisa menyelami pemikirannya.
Sama bingungnya anak terhadap orangtuanya sendiri.

Yang namanya percaya itu wajib tanpa syarat.
Ketika orang menyampaikan suatu berita yang kurang menyenangkan tentang anak atau istri saya, pertamakali saya mesti mengingat bahwa saya percaya kepada mereka, bahwa saya juga mencintai kekurangan-kekurangan mereka, sehingga penyesatan pun tak bisa menguasai saya.
Kalau saya sendiri menyadari bahwa saya memiliki banyak sekali kekurangan, apakah saya mesti menolak kekurangan-kekurangan mereka?
Adilkah bersikap seperti itu? Maunya orang mengerti kekurangan kita tetapi kita sendiri tak mau menerima kekurangan orang lain?
Justru, menurut Rasul Paulus, dengan menyadari kekurangan dari orang yang kita kasihi itulah kita bisa belajar tentang kekurangan diri kita sendiri.
Dengan demikian kita akan memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan itu.
Karena ketidak-taatan orang Israellah orang-orang di Roma bisa memperoleh kesempatan untuk mendapatkan kemurahan Tuhan, karena kemurahan Tuhan itu akan semakin nampak oleh kacamata manusia setelah ada pembanding lain.
Mati mendadak karena serangan jantung dianggap sebagai malapetaka, lupa kalau ada orang lain yang bertahun-tahun tergeletak di tempat tidur tak mati-mati juga.

Nah, jika kita memang percaya kepada Bapa di Surga, percaya jugalah bahwa pemikiran kita itu hanyalah se butir pasir di pantai, dibandingkan dengan pemikiran Allah yang tak terselami dan tak terukur itu.

Renungan Lain
Hari ini adalah peringatan mulia yang ditujukan kepada arwah semua orang beriman.
Gereja menganjurkan agar kita mengunjungi makam, serta berdoa bagi arwah orang yang telah meninggal dunia, memohon indulgensi penuh bagi mereka.
Ini sekaligus mengkoreksi kekeliruan, kita tidak memohon kepada para arwah itu untuk menolong kita dan mengabulkan doa-doa kita, justru kitalah yang berdoa dan memohon bagi mereka.
Disarankan untuk berdoa selama 8 hari berturut-turut, dimulai tanggal 1 November kemarin.

Di dalam Credo kita mendaraskan, “Aku percaya akan persekutuan para kudus.”
Persekutuan para kudus adalah kumpulan orang-orang kudus, baik yang masih berada di dunia ini maupun yang telah meninggal dunia.
Jika seandainya, karena perbuatan dosa, masih ada sanak saudara kita yang belum menjadi anggota persekutuan para kudus itu, mungkin saja masih berada di dalam api penyucian, maka siapa lagi kalau bukan kita yang memohonkan indulgensi bagi mereka?
Sebelum kematian, setiap orang masih berkesempatan untuk bertobat dan mendapatkan pengampunan dari Tuhan atas dosa-dosa yang diperbuatnya.
Tetapi setelah meninggal dunia, tak ada lagi yang bisa diubah kecuali menantikan penghakiman pada akhir zaman.
Orang yang beriman kepada Yesus Kristus akan memperoleh hidup yang kekal bersama-Nya di Surga.
Secara tegas Yesus menyebut “setiap orang” dan jangan ada satu pun yang hilang.
Lalu bagaimana mungkin bisa masuk ke dalam Surga kalau ketika meninggal dunia kita masih membawa noda-noda dosa kita?
Yesus tidak menjebloskan kita ke dalam neraka karena itu sama artinya Yesus mengingkari janji-Nya sendiri, melainkan membawa kita kepada proses pemurnian di api penyucian supaya layak dan pantas memasuki kerajaan Surga.
Hanya mereka yang menghujat Roh Kudus dan tidak bertobat sampai saatnya meninggal dunialah yang akan menuju neraka.

Kita memang tidak tahu, dan tidak bisa tahu, apakah ada saudara, kerabat atau kenalan kita yang telah meninggal dunia tetapi masih “nyangkut” di api penyucian.
Kita ini bukan Tuhan, makanya janganlah kita mengira-ngira sendiri siapa yang sudah sampai di dalam Surga dan siapa yang masih di api penyucian.
Berdoalah untuk semuanya!
Sebutlah namanya masing-masing, satu per satu, untuk memohonkan indulgensi penuh bagi mereka semua.
Jangan pula menebak-nebak siapa yang akan mendapat anugerah indulgensi penuh, siapa yang hanya sebagian dan siapa yang sama sekali tidak mendapatkannya.

Ingatlah bahwa kita berdoa bagi arwah orang beriman ini setiap tahun, dan ketekunan kita ini tentulah akan didengar dan diperhatikan oleh Bapa kita di Surga, dan tentu ada saatnya Bapa akan mengabulkan doa kita, mengangkat mereka-mereka yang masih kita kasihi itu dari api penyucian lalu malaikat Allah akan membawanya memasuki Kerajaan Surga.

_______________________________________________________
Peringatan Orang Kudus
Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman
Kemarin, kita memuliakan semua Orang Kudus dan berdoa memohon agar kita pun kelak bisa berbahagia bersama mereka di dalam surga sambil memandang wajah Allah, Bapa kita. Hari ini kita mengenang saudara-saudara kita yang telah meninggal namun masih berada di Api Penyucian. Bahkan seluruh bulan Nopember ini kita khususkan untuk berdoa dan berkorban untuk memohon kerahiman Allah atas mereka. Hal ini kita lakukan karena di dalam Yesus Kristus, Penyelamat semua orang yang, merindukan keselamatan dari Allah dengan tulus hati, kita tetap bersatu padu dengan mereka. Dalam iman akan Kristus itu, kita percaya bahwa apa yang kita namakan Persekutuan para Kudus meliputi baik kita yang masih hidup di dunia ini, maupun semua Orang Kudus di surga, dan semua orang yang telah meninggal. Bersama-sama kita membentuk dan terhimpun di dalam satu Gereja, yaitu Tubuh Mistik Kristus.
Hari ini kita secara khusus mengenang dan berdoa bagi arwah semua orang beriman yang telah meninggal dunia. Maka kiranya ada baiknya kita menyadari makna peristiwa kematian menurut ajaran iman kita. Bagi kita orang Kristen saat kematian sesungguhnya merupakan peristiwa puncak kehidupan. Hidup kita tidak lenyap, melainkan hanya diubah. Kita percaya bahwa sesudah pengembaraan kita di dunia ini selesai, tersedialah bagi kita kediaman abadi di surga. Kematian bagi kita merupakan saat kita mempercayakan diri secara total kepada Kristus, kebangkitan dan kehidupan kita saat perjumpaan abadi dengan Dia, pokok pengharapan kita, yang mengantar kita pulang ke rumah Bapa.
Atas dasar iman itu, kita memohon agar saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia disucikan dari segala dosanya, dibebaskan dari segala hambatan dan noda, dan boleh menikmati kebahagiaan kekal di sisi kanan Allah, Bapa kita, serta boleh bersama-sama para kudus di surga memandang wajah Allah yang dirindukannya. Hari kenangan dan peringatan ini pun sekaligus memberi penghiburan rohani bagi kita, bahwa kelak kita akan berjumpa kembali dengan saudara-saudara yang telah mendahului kita, untuk bersama Maria memuji dan memuliakan Allah dalam persekutuan semua orang kudus. Kita pun pada suatu ketika akan meninggalkan dunia ini dan pulang kepada Bapa di surga. Tetapi kita percaya bahwa hidup atau mati, kita tetap milik Kristus.

Diambil dari:
Liturgia Verbi, www.live.sandykusuma.info

Leave a Reply

*

captcha *