Pesta Kelahiran S.P. Maria Sabtu, 8 September 2018

Liturgia Verbi (B-II)

Pesta Kelahiran S.P. Maria

Sabtu, 8 September 2018

 


Bacaan Pertama
Mi 5:1-4a

“Tibalah saatnya perempuan yang mengandung itu melahirkan.”

Pembacaan dari Nubuat Mikha:

Beginilah firman Tuhan:
“Hai Betlehem di wilayah Efrate,
hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda,
dari padamu akan bangkit bagi-Ku
seorang yang akan memerintah Israel,
yang permulaannya sudah sejak purbakala,
yang sudah ada sejak dahulu kala.
Ia akan membiarkan mereka
sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan;
lalu saudara-saudaranya yang masih ada
akan kembali kepada orang Israel.
Maka ia akan bertindak,
dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan,
dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya;
mereka akan tinggal tetap,
sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
dan dia menjadi damai sejahtera.

Demikianlah sabda Tuhan.

BACAAN LAIN
Rom 8:28-30

“Mereka yang dipanggil Allah,
juga dibenarkan oleh-Nya.”

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara,
kita tahu, bahwa Allah bekerja dalam segala sesuatu
untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula,
juga ditentukan-Nya dari semula
untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,
supaya Anak-Nya itu menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula,
juga dipanggil-Nya.
Dan mereka yang dipanggil-Nya itu, juga dibenarkan-Nya.
Dan mereka yang dibenarkan-Nya, juga dimuliakan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Mzm 13:6ab.6cd,R:Yes 61:10

Refren: Aku bersukacita dalam Tuhan.

*Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya,
hatiku bersorak-sorai karena penyelamatan-Mu.

*Aku mau menyanyi untuk Tuhan,
karena Ia telah berbuat baik kepadaku.


Bait Pengantar Injil

Berbahagialah engkau, hai Perawan Maria, dan sangat terpuji.
Sebab dari padamu telah terbit Sang Surya Keadilan,
yakni Kristus, Allah kita.


Bacaan Injil
Mat 1:1-16.18-23

“Anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya.
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar,
Peres memperanakkan Hezron,
Hezron memperanakkan Ram.
Ram memperanakkan Aminadab,
Aminadab memperanakkan Nahason,
Nahason memperanakkan Salmon,
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab,
Boas memperanakkan Obed dari Rut,
Obed memperanakkan Isai,
Isai memperanakkan raja Daud.
Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria.
Salomo memperanakkan Rehabeam,
Rehabeam memperanakkan Abia,
Abia memperanakkan Asa.
Asa memperanakkan Yosafat,
Yosafat memperanakkan Yoram,
Yoram memperanakkan Uzia.
Uzia memperanakkan Yotam,
Yotam memperanakkan Ahas,
Ahas memperanakkan Hizkia.
Hizkia memperanakkan Manasye,
Manasye memperanakkan Amon,
Amon memperanakkan Yosia.
Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya
pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel,
Yekhonya memperanakkan Sealtiel,
Sealtiel memperanakkan Zerubabel.
Zerubabel memperanakkan Abihud,
Abihud memperanakkan Elyakim,
Elyakim memperanakkan Azor.
Azor memperanakkan Zadok,
Zadok memperanakkan Akhim,
Akhim memperanakkan Eliud,
Eliud memperanakkan Eleazar,
Eleazar memperanakkan Matan,
Matan memperanakkan Yakub,
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria,
yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut:
Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf,
ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus,
sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati,
dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,
ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,
“Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki,
dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya
dari dosa mereka.”
Hal itu terjadi supaya genaplah yang firman Tuhan
yang dinyatakan oleh nabi,
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung
dan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan mereka akan menamai Dia Imanuel”
yang berarti: Allah menyertai kita.

Demikianlah sabda Tuhan.

*Atau Bacaan singkat, Mat 1:18-23, yang dimulai pada:
“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut:”
dari bacaan di atas.


Pesta kelahiran st perawan maria

Renungan Injil
Hari ini kita memperingati Pesta kelahiran Santa Perawan Maria.
Peringatan pada hari kelahiran itu disebut Hari Ulang Tahun atau ultah, peringatan yang telah dilakukan orang sejak jaman dahulu, tetapi lazimnya diperingati untuk orang yang masih hidup, bukan untuk yang telah meninggal dunia.
Bunda Maria memang tidak lazim, ekstra-ordinari, yang kelahirannya telah dinubuatkan jauh sebelumnya, bahwa Bunda Maria akan mengandung dan melahirkan Dia yang sudah ada sejak dahulu kala, sejak jaman purbakala, yakni Yesus Kristus, Tuhan kita, yang menjadi penggembala agung umat, dan menjadi besar sampai ke ujung bumi.
Begitulah yang ditulis dalam Nubuat Mikha pada Bacaan Pertama hari ini.

Kita berada jauh dari Betlehem di Efrate itu, tetapi kabar sukacita Kristus nyatanya telah sampai kepada kita yang berada di ujung bumi dari Betlehem, lokasi yang sangat jauh.
Nubuat Mikha telah digenapi, maka damai sejahtera yang merupakan harapan hidup kita telah pula diwartakan.

Bunda Maria adalah bunda semua orang yang mendambakan damai sejahtera, bunda yang dengan tulus menerima berbagai kedukaan dan hal-hal kontroversial terjadi di dalam hidupnya, bunda yang sampai hari ini tetap berkenan mendoakan kita, pengikut Kristus yang memohon kepadanya untuk didoakan, dan karena dialah kita menjadi saudara dan sahabat Yesus Kristus.
Oleh sebab itu, berupayalah kita untuk senantiasa menerima kekudusan keluarga Nazaret yang mengalir dari Roh Kudus.
Janganlah pernah terlintas di benak kita untuk menolaknya.


Peringatan Orang Kudus
Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria
Hari ini Gereja sedunia merayakan “Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria.” Pesta ini sesungguhnya menunjukkan betapa Gereja mengasihi dan menghormati Maria sebagai wanita yang punya peranan besar di dalam karya keselamatan Allah. Sehubungan dengan pesta ini mungkin terlintas dalam benak kita pertanyaan berikut: “Landasan pemikiran apa yang melatarbelakangi pesta ini?”
Kita tidak bisa langsung menjawab pertanyaan ini dengan membeberkan peristiwa kelahiran Maria secara lengkap dan obyektif berdasarkan informasi dari dokumen-dokumen terpercaya Gereja seperti Alkitab. Yang mungkin bagi kita ialah melihat peranan dan kedudukan Maria di dalam rencana dan karya keselamatan Allah di dalam sejarah. Tentang hal itu Gereja mengajarkan bahwa Allah – setelah kejatuhan manusia – menjanjikan seorang Penebus bagi umat manusia. Penebus itu adalah AnakNya sendiri. Untuk maksud luhur itu Allah membutuhkan kerjasama manusia; Allah membutuhkan seorang perempuan untuk mengandungkan dan melahirkan AnakNya. Kebenaran iman ini dikatakan Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Galatia: ” . . . setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan . . . ” (Gal 4:4).
Siapa Perempuan itu? Perempuan itu ialah Maria, seorang puteri keturunan Abraham. Dari sini Gereja mengajarkan bahwa Maria telah ditentukan Allah sedari kekal untuk mengandung dan melahirkan AnakNya. Untuk itu ia suci sejak lahirnya dan diperkandungkan tanpa noda dosa asal.
Dalam konteks pengakuan iman inilah, Gereja merasa perlu menentukan suatu hari khusus (yaitu: 8 September) untuk merayakan peristiwa kelahiran Maria. Dasar pertimbangan di sini – barangkali sangat sederhana – ialah bahwa sebagai manusia, Maria tentu pernah lahir pada waktu dan di tempat tertentu, dari orangtua dan suku tertentu. Injil-injil sendiri tidak mengatakan secara jelas bahwa Maria juga adalah keturunan Daud, sebagaimana Yusuf suaminya. Yang penting di sini bukanlah ketepatan hari kelahiran itu tetapi ungkapan iman Gereja akan Maria sebagai perempuan yang ditentukan Allah untuk mengandungkan dan melahirkan AnakNya.
Seturut sejarah, mulanya pesta ini dirayakan di lingkungan Gereja Timur berdasarkan ilham dari tulisan-tulisan Apokrif pada abad ke-6; pada akhir abad ke-7, barulah pesta ini diterima dan dirayakan di dalam Gereja Barat Roma.

Diambil dari:
http://liturgia-verbi.blogspot.co.id/
https://www.facebook.com/groups/liturgiaverbi

Leave a Reply

*

captcha *