Hari Biasa, Pekan Biasa XXI Selasa, 29 Agustus 2017

Liturgia Verbi (A-I)
Hari Biasa, Pekan Biasa XXI

Selasa, 29 Agustus 2017

PW Wafatnya S. Yohanes Pembaptis



Bacaan Pertama
Yer 1:17-19

“Sampaikanlah kepada Yehuda
segala yang Kuperintahkan kepadamu.
Janganlah gentar terhadap mereka.”

Pembacaan dari Kitab Yeremia:

Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia,
“Baiklah engkau bersiap!
Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku
segala yang Kuperintahkan kepadamu.
Janganlah gentar terhadap mereka,
supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
Mengenai Aku,
sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau
menjadi kota yang berkubu,
menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga
melawan seluruh negeri ini,
menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya,
menentang para imam dan rakyat negeri lain.
Mereka akan memerangi engkau,
tetapi tidak akan mengalahkan engkau,
sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau,
demikianlah firman Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Mzm 71:1-4a.5-6b.15.17,R:15a

Refren: Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu.

*Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung,
janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!

*Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh,
kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri;
sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku.
ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.

*Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,
Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan,
Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.

*Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu,
dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu,
sebab aku tidak dapat menghitungnya.
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku,
dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

ATAU MAZMUR LAIN:
Mzm 139:1-6
Refrein: Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal kami.

*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi.

*Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku,
dan Engkau menaruh tangan-Mu di atasku.
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu,
terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.


Bait Pengantar Injil
Mat 5:10

Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.


Yohanes pembabtis dipenggal
Bacaan Injil
Mrk 6:17-29

“Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku
kepala Yohanes Pembaptis.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Sekali peristiwa
Herodeslah menyuruh orang menangkap Yohanes
dan membelenggunya di dalam penjara
berhubung dengan peristiwa Herodias,
yakni bahwa Herodes telah memperistri Herodias,
isteri Filipus saudaranya.
Yohanes pernah menegur Herodes,
“Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes,
dan bermaksud membunuh dia,
tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes,
karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci;
jadi ia melindunginya.
Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes,
hati Herodes selalu terombang-ambing;
namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias,
yakni ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya
mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar,
para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Pada waktu itu Puteri Herodias tampil lalu menari,
dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.
Maka Raja berkata kepada gadis itu,
“Minta dari padaku apa saja yang kauingini,
maka akan kuberikan kepadamu!”
Lalu Herodes bersumpah kepadanya,
“Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu,
sekalipun itu setengah dari kerajaanku!”

Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya,
“Apa yang harus kuminta?”
Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta,
“Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku
kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!”

Maka sangat sedihlah hati raja!
Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya,
ia tidak mau menolaknya.
Raja segera menyuruh seorang pengawal
dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.
Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam
dan memberikannya kepada Herodias,
dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.

Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu,
mereka datang dan mengambil mayatnya,
lalu membaringkannya dalam kubur.

Demikianlah sabda Tuhan.


 

Renungan Injil
Bertepatan dengan peringatan wajib Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis hari ini, kita akan merenungkan sosok Herodias yang menaruh dendam kesumat kepada Yohanes Pembaptis, lalu memperalat anak gadisnya sendiri untuk meminta “kepala Yohanes Pembaptis”.
Sampai sekarang ini masih sering kita jumpai orangtua yang berperilaku seperti Herodias, menyimpan dendam atau kebencian lalu memperalat anaknya untuk melampiaskan dendamnya terhadap seseorang.

Mulai dari yang ringan-ringan, orangtua mempengaruhi pandangan anaknya terhadap seseorang yang tidak disukai oleh orangtuanya sehingga anaknya pun akhirnya tidak menyukai orang itu.
Maka tidaklah heran ketika kita mendengar berita ada orangtua bekerjasama dengan anaknya untuk menganiaya orang lain.
Anaknya adalah korban kebencian orangtuanya.
Orangtuanya adalah jelmaan Herodias.
Dan yang mereka lakukan sudah tergolong kejahatan besar, tidak lagi dapat dikatakan ringan.

Yesus tidak membiarkan kita menjadi korban dari orang yang berperilaku seperti Herodias.
Maka Yesus pun meminta agar kita cerdik seperti ular dalam menghadapi herodias-herodias yang bisa jadi saja ada di sekitar kita.
Yesus juga meminta kita untuk berdamai dengan musuh-musuh kita, maksudnya dengan orang-orang yang memusuhi kita, dan bahkan kita mesti berdoa bagi mereka.
Sesungguhnya Yesus ingin agar kita selamat dari niat dan perbuatan jahat orang lain, menghindari permusuhan.
Janganlah sampai terjadi, hidup kita berakhir sama seperti Yohanes Pembaptis.

Lalu, apakah ini artinya kita mesti melakukan pembiaran terhadap ketidak-benaran yang terjadi di sekitar kita?
Tidak juga.
Jika orang itu adalah orang dekat kita, sanak saudara kita, tentulah kita mesti membantu orang itu, mencegahnya melakukan ketidak-benaran, perbuatan yang hanya menghasilkan penghakiman Tuhan.
Ada tata-caranya untuk membantu.
Mula-mula dengan menegur secara empat-mata.
Jika tidak dihiraukan barulah melibatkan dua-tiga orang lain untuk membantu.
Jika upaya ini pun tidak membuahkan hasil, barulah libatkan lebih banyak orang lain, bila perlu, libatkan khalayak ramai.
Jika semua upaya ini tidak berhasil, tetap Yesus tidak mengijinkan kita untuk melakukan penghakiman, dilarang untuk menganiaya atau melakukan perbuatan jahat sekali pun kita berada di pihak yang benar.
Yesus mau agar kita menganggap orang itu sebagai orang yang tidak mengenal Tuhan.
Artinya, kita mesti tekun dalam mengenalkan Tuhan kepadanya.
Jika ia mau mengenal-Nya, maka peluang terjadinya pertobatan akan terbuka lebar.


Peringatan Orang Kudus
Santo Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis
Pada tanggal 24 Juni Gereja merayakan pesta Kelahiran Yohanes Pembaptis; sedangkan pada hari ini, 29 Agustus, Gereja mengajak seluruh umat untuk memperingati kemartirannya.
Kemartiran Yohanes berkaitan erat dengan tegurannya yang pedas kepada Raja Herodes karena ia memperisteri Herodias, isteri Filipus, saudaranya secara tidak sah. Herodes marah dan mencampakkan Yohanes ke dalam penjara.   Herodias pun marah dan tak henti-hentinya berusaha mencari kesempatan untuk membunuh Yohanes.
Kesempatan emas itu akhirnya tiba juga. Pada hari ulang tahunnya, Herodes mengadakan jamuan makan untuk para petinggi kerajaan di seluruh Galilea. Kesempatan ini dimanfaatkan Herodias untuk melaksanakan niat jahatnya atas diri Yohanes. Ia menyuruh puterinya menari dihadapan para tamu. Tariannya sungguh menawan hati para tamu yang sudah mulai mabuk itu. Herodes tampak bangga dan gembira. Terdorong oleh kebanggaannya itu, Herodes berkata kepada gadis itu: “Mintalah kepadaku apa saja seturut kehendakmu. Aku akan memberikannya kepadamu”. Herodes bahkan bersumpah di hadapan para tamu: “Apa saja yang kauminta, akan kuberikan, sekalipun separuh dari kerajaanku”. Gadis itu tidak tahu apa yang harus dimintanya. Karena itu ia berlari kepada ibunya Herodias untuk memintai pendapatnya. Tanpa banyak pikir, Herodias berkata: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Gadis itu segera menghadap Herodes dan berkata: “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di dalam sebuah talam”. Herodes sedih tetapi karena sumpahnya dan karena malu kepada tamu-tamunya, ia segera memerintahkan pengawal-pengawalnya untuk memenggal kepala Yohanes pada hari itu juga. Injil Mateus 14 mengatakan bahwa kepala Yohanes itu diletakkan di dalam sebuah talam dan diberikan kepada puteri Herodias itu.
Karena kesetiaannya kepada Allah dan panggilannya sebagai nabi pendahulu Yesus, Yohanes mati di bawah kuasa kelaliman Herodes. Ia mati dibunuh pada tahun 31.


 

Santa Sabina, Martir
Sabina adalah isteri seorang bangsawan Romawi Kristen bernama Valentinus. Ia menjadi Kristen di bawah bimbingan Seraphia, seorang gadis Kristen yang saleh. Sabina-lah yang mengurusi pemakaman Seraphia ketika ia dibunuh oleh kaki-tangan Kaisar Hadrianus pada abad kedua. Perbuatannya ini akhirnya juga menyebabkan dia ditangkap dan dibunuh. Sabina dihormati sebagai pelindung ibu rumah tangga dan anak-anak.

 

 

 

Diambil dari:
http://liturgia-verbi.blogspot.co.id/
https://www.facebook.com/groups/liturgiaverbi

Leave a Reply

*

captcha *