Hari Biasa, Pekan Biasa XXVI Rabu, 2 Oktober 2019

Liturgia Verbi (C-I)
Hari Biasa, Pekan Biasa XXVI

Rabu, 2 Oktober 2019

PW Para Malaikat Pelindung

 


Bacaan Pertama
Kel 23:20-23a

“Malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”

Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Inilah firman Tuhan,
“Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu,
untuk melindungi engkau di jalan
dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
Jagalah dirimu di hadapannya
dan dengarkanlah perkataannya,
janganlah engkau mendurhaka kepadanya,
sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya,
sebab nama-Ku ada di dalam dia.
Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya,
dan melakukan segala yang Kufirmankan,
maka Aku akan menggempur musuhmu, dan menang atas lawanmu.
Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu.”

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN:
Neh 2:1-8

“Jika Raja menganggap baik, utuslah hamba ke kota makam leluhur hamba,
untuk membangunnya kembali.”

Pembacaan dari Kitab Nehemia:

Pada bulan Nisan
pada tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta,
ketika menjadi tugasku menyediakan anggur,
aku mengangkat anggur dan menghidangkannya kepada raja.
Karena aku kelihatan sedih,
yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,
bertanyalah raja kepadaku,
“Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit?
Engkau tentu sedih hati.”

Aku lalu menjadi sangat takut.
Jawabku kepada raja, “Hiduplah raja untuk selamanya!
Bagaimana mukaku tidak akan muram,
kalau kota tempat makam leluhurku telah menjadi reruntuhan
dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?”
Kata raja kepadaku, “Jadi, apa yang kauinginkan?”

Aku berdoa kepada Allah semesta langit,
kemudian menjawab kepada raja,
“Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini,
utuslah hambamu ini ke Yehuda, ke kota makam leluhur hamba,
supaya hamba ini membangunnya kembali.”

Maka bertanyalah raja kepadaku,
sedang permaisuri duduk di sampingnya,
“Berapa lama engkau akan pergi,
dan bilamana engkau akan kembali?”
Dan raja berkenan mengutus aku
sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya.
Maka berkatalah aku kepada raja,
“Jika Raja menganggap baik,
berikanlah aku surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat,
supaya mereka memperbolehkan aku lewat
sampai aku tiba di Yehuda.
Juga sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman Raja,
supaya dia memberi aku kayu
untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang
di benteng Bait Suci,
untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami.”
Dan raja mengabulkan permintaanku,
karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Mzm 91:1-2.3-4.5-6.10-11,R:11

Refren: Malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya
untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

*Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi
dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
akan berkata kepada Tuhan,
“Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku,
Allahku, yang kupercayai.”

*Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau
dari jerat penangkap burung,
dari penyakit sampar yang busuk.
Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau,
di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung,
kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

*Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam,
terhadap panah yang terbang di waktu siang,
terhadap penyakit sampar yang menjalar di dalam gelap,
terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

*Malapetaka tidak akan menimpa kamu,
dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya
untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

ATAU MAZMUR LAIN:
Mzm 137:1-6
Refrein: Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,
bila aku tidak mengingat engkau.

*Di tepi sungai-sungai Babel,
di sanalah kita menangis apabila kita mengingat Sion.
Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu
kita menggantungkan kecapi kita.

*Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita
meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian,
dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita,
“Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”

*Bagaimana mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing?
Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem,
biarlah menjadi kering tangan kananku!

*Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,
jika aku tidak mengingat engkau,
jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!


Bait Pengantar Injil
Mzm 103:21

Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya,
muliakanlah Dia,
hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.


Bacaan Injil
Mat 18:1-5.10

“Malaikat mereka di surga selalu memandang
wajah Bapa-Ku di surga.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa,
datanglah murid-murid kepada Yesus dan bertanya,
“Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?”
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata,
“Aku berkata kepadamu:
Sungguh, jika kamu tidak bertobat
dan menjadi seperti anak kecil ini,
kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.
Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat mereka ada di surga,
dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN:
Luk 9:57-62

Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah,
agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

“Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.”

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Sekali peristiwa,
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan,
datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus
“Aku akan mengikut Engkau, ke mana pun Engkau pergi.”

Yesus menjawab,
“Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang,
tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat
untuk meletakkan kepala-Nya.”
Lalu kepada orang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku.”
Berkatalah orang itu,
“Izinkanlah aku pergi dahulu, menguburkan bapaku.”
Tetapi Yesus menjawab, “Biarlah orang mati mengubur orang mati;
tetapi engkau, pergilah,
dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Dan seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau,
tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
Tetapi Yesus berkata,
“Setiap orang yang siap untuk membajak,
tetapi menoleh ke belakang,
tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Demikianlah sabda Tuhan.


Pesta Malaikat Pelindung

Renungan Injil
Hari ini kita memperingati Para Malaikat Pelindung.
Bacaan Injil-nya sama dengan bacaan Injil kemarin, dengan tambahan ayat 10 ini, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat mereka ada di surga, dan selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga.”

Para malaikat ini disebut Malaikat Pelindung, karena memang tugas merekalah menjaga dan melindungi manusia selama karya Allah itu berada di dunia ini.
Masalahnya, sebagian besar dari kita tak pernah bertemu dengan malaikat pelindungnya, bahwa sebagian lainnya tak percaya adanya malaikat itu.
Karena tak berdaging, maka tak nampak oleh mata, tetapi nampak oleh mata hati kita.
Jika berkeinginan berjumpa dengannya, gunakanlah mata hati kita.

Saya kurang setuju kalau dikatakan malaikat pelindung hanya untuk orang-orang beriman saja.
Orang yang tidak beriman atau yang imannya kurang, malah lebih membutuhkan malaikat daripada orang beriman.
Karena jelas menurut Injil, Tuhan berkehendak untuk menyelamatkan manusia, bukan meninggalkannya.

Yang menjadi persoalan, malaikat itu hanya tahunya jalan satu arah, one-way, yakni jalan yang menuju ke tempat yang telah disediakan Yesus bagi kita.
Di saat kita tersesat, malaikat pelindung kita tak bisa ikut-ikutan tersesat.
Ia hanya bisa menunggu sampai kita menyadari dan kembali ke jalan yang benar itu.
Inilah alasannya, orang yang bertobat disebut sebagai orang yang kembali ke jalan yang benar.
Selama kita berada di jalan yang sesat, malaikat pelindung kita hanya bisa berdoa (mungkin lebih tepatnya melaporkan) kepada Bapa di Surga, serta berharap manusia yang dilindunginya itu bisa kembali.

Baiklah, hari ini, pada peringatan Para Malaikat Pelindung, kita pejamkan mata lalu membuka mata hati kita, lalu menyapa malaikat pelindung kita, meminta maaf kepadanya karena selama ini kita telah mengabaikannya, serta berjanji akan sering-sering membuka mata hati sehingga bisa melihat jalan mana yang ditunjukkan oleh malaikat pelindung kita, supaya tidak (lagi) tersesat.


Peringatan Orang Kudus
Pesta Para Malaekat Pelindung
Gereja percaya bahwa Tuhan Allah memberikan kepada setiap orang beriman seorang malaekat pelindung. Kepercayaan akan perlindungan malaekat sebagai utusan Allah sudah ada semenjak Perjanjian lama.
Bacaan pertama dalam Misa Kudus hari ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan malaekatNya sebagai pelindung dan penasehat bangsa Yahudi: “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaekat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. . . “(Kel 23:22 dst). Bangsa Yahudi harus selalu mendengarkan dia agar bisa selamat. Dalam Injil, Yesus mengatakan: “Ingatlah, janganlah menganggap rendah seorang dari anak¬≠anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaekat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapakKu yang di sorga” (Mat 18: 10).
Setiap kita mempunyai seorang malaekat pelindung. Ia bertugas melindungi, membimbing dan mempersembahkan doa dan karya-karya kita kepada Allah. Kita harus selalu menghormati malaekat pelindung kita, karena dialah sahabat kita yang ditugaskan Tuhan untuk mendampingi kita dalam hidup ini.

Santo Leger atau Lutgar, Martir
Leger lahir pada tahun 616. Imam saleh ini kemudian ditahbiskan menjadi Uskup kota Autun, Prancis. Sebagai Uskup ia giat membaharui cara hidup umatnya mengikuti nasehat-nasehat Kristus. Keberhasilan karyanya dan pengaruhnya yang besar di kalangan umat sangat mengkuatirkan penguasa kerajaan. Oleh karena itu ia ditangkap dan disiksa secara keji. Akhirnya matanya dibutakan, lidahnya dipotong. Beberapa tahun kemudian kepalanya dipenggal oleh wakil raja. Leger dihormati sebagai santo pelindung orang sakit mata. Peristiwa keji atas dirinya terjadi pada tahun 680.

Diambil dari:
http://liturgia-verbi.blogspot.co.id/
https://www.facebook.com/groups/liturgiaverbi

Leave a Reply

*

captcha *